3 Kesenian Tradisional Indonesia Berbau Mistis

Kesenian Tradisional

Kesenian Tradisional Sebenarnya kata seni itu sendiri tidak mudah untuk digambarkan. Seni dapat diartikan sebagai sesuatu yang mempunyai nilai keindahan tersendiri. Banyak kesenian tersebar di Indonesia. Dan setiap daerah mempunyai jenis kesenian budayanya masing-masing.

Negeri Indonesia sungguh kaya akan kesenian maupun budaya adat istiadat. Namun selain mengandung unsur keindahan, ternyata kesenian budaya sering dihubungkan dengan nilai mistis atau supernatural. Berikut beberapa kesenian di Indonesia yang dinilai berbau mistis.

Baca Juga : Adat Serta Metode Kerja Budaya Tarot

Bambu Gila Maluku

Kesenian Tradisional Bambu Gila merupakan sebuah tarian asal Maluku yang mengandung unsur mistis. Diperankan oleh sebanyak tujuh pria tegap bertarung melawan sebatang bambu dengan panjang sekitar 2,5 meter dan berdiameter 8 cm. Saat menyaksikan kesenian satu ini kalian akan dikejutkan dengan pengalaman supernatural yang mungkin belum pernah kalian rasakan.

Tarian ini juga dikenal dengan nama Buluh Gila atau Bara Suwen. Pertunjukan ini bisa ditemui di dua desa yaitu Desa Liang, kecamatan Salahatu, dan Desa Mamala, kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Di Provinsi Maluku Utara, atraksi yang bernuansa mistis ini dapat dijumpai di beberapa daerah di kota Ternate dan sekitarnya.

Tarian ini di awali dari sang pawang yang membakar kemenyan atau mengunyah jahe dan membaca mantra dalam bahasa tanah yang merupakan salah satu bahasa tradisional Maluku. Setelah itu asap kemennyan dihembuskan pada batang bambu yang akan digunakan. 

Guna kemenyan atau jahe adalah untuk memanggil roh para leluhur alhasil memberikan kekuatan mistis kepada bambu tersebut. Ketika pawang membacakan mantra berulang ulang, pawang akan berteriak gila gila gila dan atraksipun dimulai. Bambu mulai bertambah berat, berguncang guncang seolah bergerak sendiri mengikuti irama musik. Semakin cepat irama musik maka bambu akan terasa lebih berat.

Atraksi bambu gila akan berakhir dengan jatuhnya para pemain di arena pertunjukan. Kekuatan mistis bambu gila tidak akan hilang begitu saja sebelum diberi makan api melalui kertas yang dibakar. Bambu yang digunakan merupakan bambu lokal berdiameter 8 cm dengan proses memilih dan memotong bambu yang tidak sembarangan karena membutuhkan perlakuan khusus.

Kesenian Tradisional Bernuansa Gaib

Barong itu sendiri merupakan kepribadian dalam mitologi Bali. Beliau merupakan raja dari roh- roh dan menggambarkan kebaikan. Banas Pati Rajah dipercayai bagaikan arwah yang menggerakkan Barong. Bagaikan arwah penjaga, Barong kerap diperlihatkan bagaikan seekor raja hutan. 

Beliau ialah rival Rangda dalam mitologi Bali. Banas Pati Rajah merupakan arwah yang mendampingi seseorang anak dalam hidupnya. Sendratari kuno di Bali yang melukiskan pertempuran antara Barong serta Rangda amatlah populer serta kerap dipertunjukkan bagaikan pementasan darmawisata Kesenian Tradisional.

Barong raja hutan merupakan salah satu dari 5 wujud Barong. D isetiap bagian pulau Bali memiliki arwah penjaga tanah serta hutannya masing-masing. 

Terdapat babi hutan, macan, ular atau naga, serta singa. Wujud Barong bagaikan raja hutan amatlah terkenal serta berawal dari Gianyar. Di sini terdapat Ubud, yang ialah tempat pariwisata yang populer. Dalam Calonarong ataupun tari-tarian Bali, Barong memakai ilmu gaibnya untuk menaklukkan Rangda.

Kuda Lumping Ponorogo

Kesenian kuda lumping Kesenian Tradisional disebut juga sebagai kesenian jathilan. Penari kuda lumping biasanya beranggotakan penari wanita atau laki-laki dengan jumlah genap. Tarian ini merupakan gabungan tarian tradisional dengan hal mistis. 

Sekilah sejarahnya, Jathilan mengkisahkan cerita tentang prajurit atau kisah warok. Pada kesenian jathilan juga menceritakan tentang kehidupan jaman dulu yang kehidupanya mencari makan dengan berburu. Menceritakan seorang yang sedang berburu babi hutan dengan bantuan anjing. Ketika pemburu babi mengejar buruannya, babi hutan itu masuk ke sebuah kubangan lumpur sehingga pemburu itu pun ikut masuk ke kubangan lumpur tersebut. 

Pada jaman dulu kesenian jathilan sering menyediakan kubangan lumpur untuk para penari yg menarikan kisah itu dan ketika kedua penari (anjing dan babi) mulai kesurupan media atraksinya adalah bergulat di kubangan lumpur sambil memakan sesaji berupa bonggol pisang, ayam hidup-hidup bahkan kotoran sapi.

Pada jaman sekarang ini,lebih sering ditunjukan dengan para penari yang akan melakukan hal gila diluar kesadarannya. Seperti memakan pecahan beling dan tak merasa kesakitan saat tubuhnya berkali kali dipecut. Untuk mengembalikan kesadaran penari dan penonton yang kerasukan. Akan dilakukan oleh seorang datuk atau pawang yang biasanya lebih mudah dikenali dari penampilannya dengan berbaju serba hitam yang memiliki ilmu gaib.

Kemudian pada fragmen selanjutnya penari laki laki dan wanita akan membawakan tari senterewe. Dan pada fragmen terakhir, penari akan melakukan gerakan gerakan tari yang lebih santai. Dan enam orang wanita akan menarikan tari begon putri yang merupakan tarian penutup.